Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Level Rp17.816 per Dolar AS

UPBERITA.COM – Nilai tukar mata uang Rupiah berhasil mencatatkan penguatan ke posisi Rp17.816 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin (10/8) pagi. Mata uang Garuda menguat sebesar 81 poin atau 0,45 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada sesi sebelumnya.

Kondisi pasar valuta asing di Asia terpantau bergerak variatif dalam merespons pergerakan dolar AS. Beberapa mata uang regional seperti yuan China, peso Filipina, dan ringgit Malaysia turut menunjukkan apresiasi, meskipun sejumlah mata uang lain seperti yen Jepang dan won Korea Selatan justru mengalami pelemahan.

Sementara itu, mayoritas mata uang negara maju terpantau tertekan di hadapan dolar AS pada awal pekan ini. Nilai euro, poundsterling, hingga franc Swiss tercatat mengalami koreksi tipis di pasar global.

Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa rupiah memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan. Menurut Lukman, kondisi ini didorong oleh data pekerjaan Amerika Serikat atau Non-Farm Payrolls (NFP) yang menunjukkan hasil di bawah ekspektasi pasar, sehingga menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed pada Senin (10/8).

Faktor Penghambat Penguatan Rupiah

Meski menunjukkan tren positif, penguatan mata uang nasional diperkirakan akan menghadapi tantangan jangka pendek. Lukman menambahkan bahwa terdapat kekhawatiran global yang dapat membatasi gerak rupiah. “Namun, ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz bisa menahan penguatan,” ungkap Lukman pada Senin (10/8).

Berdasarkan analisis teknikal, Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang kisaran Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS selama perdagangan hari ini.

Berita Terkait

Email Bisnis Masih Menjadi “Raja Komunikasi” di Era AI

redaksi

Mahasiswa Unperba Dirikan Komunitas Belajar Pasar Modal Bernama Trading School

redaksi

Rupiah Terdampak Ketidakpastian Gencatan Senjata AS Iran

redaksi