News

Konser Andrea Bocelli di Indonesia Ditargetkan Berikan Dampak Ekonomi Ratusan Miliar

Ilustrasi konser Andrea Bocelli

UPBERITA.COM – Kementerian Pariwisata menargetkan rangkaian konser penyanyi tenor internasional Andrea Bocelli di Candi Borobudur dan Jakarta mampu memberikan kontribusi ekonomi sebesar Rp792 miliar bagi Indonesia. Kegiatan yang mengusung tajuk Romanza 30th Anniversary World Tour ini dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan di Jakarta International Expo pada 3 November 2026.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa penyelenggaraan acara berskala global seperti ini memiliki peran strategis bagi kemajuan sektor pariwisata nasional. Selain sebagai sarana promosi destinasi, konser ini diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi melalui peningkatan aktivitas di berbagai sektor jasa.

Menurut Widiyanti, dampak ekonomi tersebut mencakup transaksi pembelian tiket, sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pekerja seni lokal. Perhelatan ini diperkirakan akan menyedot perhatian sekitar 7.000 penonton di Borobudur dan 9.000 penonton di Jakarta.

Dalam upaya menyukseskan acara, Kementerian Pariwisata memberikan berbagai dukungan berupa fasilitasi perizinan logistik dan koordinasi visa bagi artis. Selain itu, kolaborasi dengan Garuda Indonesia melalui program tiket gratis bagi wisatawan mancanegara juga disiapkan untuk mendorong kunjungan ke lokasi acara.

Dampak Ekonomi Sektor Pariwisata

Penyelenggaraan konser ini dinilai sebagai langkah tepat untuk mempertemukan pertunjukan musik kelas dunia dengan kekayaan budaya Indonesia. Pihak penyelenggara memilih Candi Borobudur karena lokasinya yang selaras dengan nuansa musik klasik, sementara Jakarta diposisikan sebagai pusat destinasi perkotaan yang modern.

Kementerian Pariwisata mencatat bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengoptimalkan target dukungan terhadap 206 acara di berbagai daerah sepanjang tahun 2026. Melalui program Event by Indonesia, pemerintah terus mendorong agar berbagai festival dan konser dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.

Penyelenggaraan event berskala internasional memiliki nilai strategis bagi sektor pariwisata karena mampu memperkuat citra destinasi sekaligus menjadi penggerak ekonomi di wilayah penyelenggara, tutur Widiyanti saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Berita Terkait

Sepuluh Negara Bersatu Kecam Tindakan Israel Terhadap Misi Kemanusiaan Gaza

redaksi

Puluhan Ribu Pekerja Sektor Teknologi Terkena PHK Akibat Perkembangan AI

redaksi

Pengadilan Jerman Tegaskan ChatGPT Langgar Aturan, OpenAI Wajib Ganti Rugi

redaksi