UPBERITA.COM – Apple berencana mendongkrak pendapatan layanan perusahaan melalui pengembangan kemitraan serta distribusi aplikasi kecerdasan buatan dari pihak ketiga. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya mengatasi tekanan regulasi dan penurunan performa pada sektor permainan seluler yang sempat memengaruhi pertumbuhan App Store .
Chief Financial Officer Apple, Kevan Parekh, menyatakan bahwa perusahaan melihat potensi besar pada pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai pendorong pertumbuhan jangka panjang. Pihak Apple menilai bahwa teknologi ini mampu memberikan alasan kuat bagi konsumen untuk memperbarui perangkat guna mendapatkan kapabilitas terbaru.
“Kami merasa kecerdasan buatan menawarkan alasan kuat bagi pelanggan untuk melakukan peningkatan perangkat serta terdapat peluang besar melalui aplikasi pihak ketiga maupun kemitraan yang kami jalankan,” kata Kevan Parekh saat memberikan pernyataan pada Senin (2/11/2026).
Meskipun belum memberikan perincian spesifik mengenai skema kemitraan tersebut, investor mulai mengantisipasi kemungkinan Apple mengambil potongan pendapatan dari agen AI pihak ketiga yang didistribusikan melalui App Store. Strategi ini dipandang sebagai respons atas tantangan hukum dan regulasi global yang sebelumnya membatasi komisi transaksi di toko aplikasi tersebut.
Strategi Pendapatan Masa Depan
Apple mencatat bahwa meski menghadapi hambatan di pasar gim, jumlah pelanggan berbayar pada aplikasi pihak ketiga tetap menunjukkan pertumbuhan dua digit. Perusahaan memproyeksikan pertumbuhan sektor layanan akan berada di kisaran 8 hingga 9 persen pada kuartal Desember mendatang.
Perusahaan saat ini masih menyeimbangkan antara mempertahankan kendali ekosistem pembayaran dengan tuntutan hukum terkait sistem pembayaran luar yang memengaruhi model bisnis tradisional mereka. Hingga saat ini, Apple belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai mekanisme teknis dari rencana integrasi AI pihak ketiga tersebut.
