News

Gaikindo Dorong Pemerintah Berikan Insentif untuk Mobil Hybrid

UPBERITA.COM – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendesak pemerintah untuk memberikan insentif bagi kendaraan berbasis hybrid dengan mempertimbangkan keterbatasan infrastruktur pengisian daya. Langkah ini dinilai krusial agar adopsi kendaraan elektrifikasi dapat berjalan lebih optimal di tengah belum meratanya stasiun pengisian listrik di berbagai wilayah.

Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, menjelaskan bahwa kendaraan hybrid, plug-in hybrid (PHEV), dan range extended (REEV) memiliki keunggulan fleksibilitas yang tidak dimiliki mobil listrik murni. Pengguna tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan stasiun pengisian daya karena teknologi ini memungkinkan kendaraan tetap beroperasi dengan mesin pembakaran internal.

Menurut Jongkie, minimnya akses infrastruktur pengisian daya listrik menjadi hambatan nyata yang dirasakan di sejumlah daerah besar di Indonesia. Kondisi ketersediaan infrastruktur pengisian daya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Makassar masih tergolong sangat kurang untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai secara penuh.

Gaikindo menegaskan bahwa fleksibilitas penggunaan bahan bakar pada mobil hybrid juga menawarkan efisiensi yang lebih baik serta potensi pengurangan emisi gas buang. Selain itu, penggunaan baterai dengan kapasitas yang relatif lebih kecil pada model hybrid diyakini dapat menekan harga jual kendaraan sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.

Keunggulan Mobil Hybrid di Indonesia

Terkait kemudahan penggunaan teknologi ini, Jongkie menyatakan bahwa pemilik kendaraan tidak akan merasa terbebani oleh lokasi stasiun pengisian. “Mobil-mobil ini tidak perlu SPKLU. Jadi kalau mobil-mobil ini, enggak pusing, enggak usah mikir di mana ada SPKLU, karena dia jalan terus,” ungkap Jongkie saat ditemui di Makassar, Rabu (28/10/2026).

Selain faktor kenyamanan pengguna, Gaikindo juga menyoroti aspek industri komponen lokal yang selama ini sudah terbiasa memproduksi suku cadang untuk mesin konvensional. Komponen seperti radiator, knalpot, dan filter yang masih digunakan pada sistem hybrid diyakini dapat membantu menggerakkan rantai pasok industri otomotif dalam negeri.

Berita Terkait

Bandara Soetta Catat Rekor 3,5 Juta Penumpang Libur Akhir Tahun

redaksi

Sambut Hari Transportasi Nasional, Transjakarta, MRT dan LRT Besok Gratis

redaksi

Penyaluran Makan Bergizi Gratis Disiapkan Empat Skema Selama Ramadan

redaksi