UPBERITA.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi penyemaian 3,9 ton dry ice melalui jalur udara sebagai langkah strategis menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Kepala BNPB, Letjen Kristomei Sianturi, menjelaskan bahwa upaya ini dilakukan untuk melengkapi operasi pemadaman di darat demi menekan angka pencemaran udara serta memperbaiki jarak pandang di lokasi terdampak.
Langkah ini dilakukan merespons kondisi darurat karhutla yang menyebabkan penurunan kualitas udara dan kabut asap pekat. Operasi penyemaian tersebut telah dilaksanakan secara intensif sejak beberapa hari lalu guna menstabilkan kondisi lingkungan yang terganggu akibat api.
Kristomei memaparkan detail pelaksanaan penyemaian tersebut saat memberikan laporan resmi kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (23/10/2026).
Penyemaian dry ice tercatat telah mencapai volume 3.900 kilogram yang didistribusikan melalui lima sorti penerbangan sejak tanggal 20 Oktober, sebagaimana disampaikan Kristomei pada Jumat (23/10/2026).
Hasil nyata operasi udara
Selain di skala nasional, upaya khusus juga difokuskan pada wilayah Sumatera Selatan dengan menyemai 800 kilogram dry ice dalam satu kali penerbangan. Langkah teknis ini menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas udara setempat.
Menurut Kristomei, konsentrasi partikulat PM2,5 di Sumatera Selatan terpantau mengalami penurunan setelah dilakukan penyemaian tersebut. Tidak hanya itu, perbaikan kondisi cuaca juga dirasakan langsung oleh masyarakat di Palembang.
Ia menuturkan bahwa jarak pandang atau visibility di Palembang mengalami peningkatan drastis dari sebelumnya hanya 700 meter menjadi 7.000 meter, seperti yang dijelaskan Kristomei pada Jumat (23/10/2026).
Selain melalui operasi udara, pemerintah terus mengoordinasikan penguatan personel di lapangan untuk memastikan api benar-benar padam di titik-titik rawan kebakaran. Langkah mitigasi ini diharapkan mampu memulihkan kondisi lingkungan dan keamanan warga di wilayah yang terdampak asap karhutla.
