UPBERITA.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan rencana investasi raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Nvidia, senilai US$4,5 miliar atau setara Rp80,55 triliun untuk membangun pusat data di Batam, Kepulauan Riau. Langkah strategis ini diambil pemerintah untuk memperkuat ekosistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta membangun infrastruktur national computing di Indonesia.
Investasi tersebut diproyeksikan akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu hub pengembangan infrastruktur AI yang krusial di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah sendiri telah menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam sebagai lokasi strategis yang memiliki keunggulan akses lahan, pasokan listrik, energi hijau, dan ketersediaan air yang memadai.
Selain mengejar modal asing, pemerintah juga berkomitmen menjaga kedaulatan teknologi dalam negeri melalui penggunaan AI berbasis open source. Kebijakan ini bertujuan memastikan bahwa basis data yang digunakan tetap berada di dalam wilayah Indonesia untuk mendukung kemandirian digital nasional.
Terkait kerja sama internasional, Indonesia telah mengambil langkah konkret dengan bergabung sebagai anggota pendiri World AI Cooperation Organization (WAICO). Airlangga menjelaskan bahwa proses ratifikasi untuk kesepakatan tersebut akan segera diajukan ke DPR guna memperkuat kolaborasi global di bidang teknologi.
Fokus Pengembangan AI Nasional
“Kita mendorong national computing data centre yang terus didorong, termasuk Nvidia melirik ke Batam, rencana investasi US$4,5 miliar,” ujar Airlangga dalam acara FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur ini mampu mendorong inovasi teknologi yang lebih luas. Selain itu, pemanfaatan AI yang mengutamakan kedaulatan data diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi digital di masa depan.
