News

UNESCO Memberikan Peringatan Potensi Tsunami Besar di Wilayah Mediterania

UPBERITA.COM – UNESCO baru saja merilis peringatan mengenai tingginya risiko tsunami setinggi satu meter atau lebih di kawasan Laut Mediterania dengan probabilitas mencapai hampir 100 persen dalam tiga dekade mendatang. Prediksi ini didasarkan pada analisis kerentanan wilayah pesisir terhadap aktivitas tektonik yang diperkirakan akan terus berlangsung hingga tahun 2052.

Kawasan Mediterania secara geologis dipengaruhi oleh pergerakan Lempeng Afrika dan Eurasia yang berpotensi memicu gempa bumi kuat di lepas pantai Afrika Utara. Selain aktivitas lempeng, risiko gelombang tsunami juga dapat dipicu oleh fenomena longsor bawah laut yang sering terjadi di kawasan tersebut.

Tsunami secara teknis merupakan perpindahan air dalam skala besar yang disebabkan oleh gangguan seismik, letusan gunung berapi, atau pergeseran dasar laut. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa dinding air raksasa, melainkan bisa berbentuk kenaikan permukaan laut secara mendadak yang diikuti oleh arus dengan tekanan tinggi.

Para ahli menekankan bahwa energi dari pergerakan air tersebut sangat berbahaya bagi struktur bangunan di wilayah pesisir. Bahkan tsunami dengan skala kecil sekalipun tetap memiliki ancaman yang signifikan.

Kewaspadaan Terhadap Ancaman Tsunami

Pihak Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi Italia menyatakan bahwa tsunami dengan amplitudo hanya 50 sentimeter tetap menyimpan potensi bahaya besar. Hal ini disebabkan karena pergerakan air yang konstan dapat menciptakan arus deras yang mampu merusak infrastruktur dengan tekanan beberapa ton per meter persegi, sebagaimana dicatat oleh lembaga tersebut pada Sabtu (19/9/2026).

Secara global, catatan sejarah menunjukkan bahwa bencana tsunami telah merenggut lebih dari 250.000 nyawa sejak tahun 1970. Angka tersebut didominasi oleh peristiwa besar yang terjadi di Samudra Hindia pada 2004 serta di Jepang pada 2011. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap perubahan permukaan laut yang terjadi secara tiba-tiba, karena gelombang pertama belum tentu menjadi yang paling merusak.

Berita Terkait

PT Unchu Multi Indonesia Wujudkan Hunian Nyaman di Perumahan Al-Kautsar Moslem City Melalui Serah Terima Rumah Zona 3 Blok C6

redaksi

Prabowo Targetkan 1.000 Desa Nelayan Tuntas 2026

redaksi

Gandeng Food Vendor, FKS Food Gelar Program GEDOR Bareng Chef Ternama

redaksi