Sehat

Konsumsi Suplemen Minyak Ikan Ternyata Tidak Meningkatkan Kesehatan Kognitif

UPBERITA.COM – Sebuah uji klinis selama dua tahun yang dilakukan oleh Keck Medicine of USC mengungkapkan bahwa suplemen minyak ikan gagal meningkatkan daya ingat atau mencegah penyusutan otak pada orang dewasa yang berisiko terkena penyakit Alzheimer. Penelitian yang melibatkan 365 partisipan ini menunjukkan hasil tersebut meskipun kadar omega-3 dalam sistem saraf pusat berhasil meningkat setelah pemberian suplemen rutin.

Para peneliti memantau individu berusia 55 hingga 80 tahun yang memiliki risiko tinggi terkena Alzheimer untuk melihat efektivitas omega-3 dalam melindungi kesehatan otak. Meskipun suplemen berhasil menyalurkan nutrisi ke otak, hasil tes kognitif tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok yang menerima plasebo.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal eBioMedicine ini juga mencatat bahwa suplemen tidak mampu mencegah pengecilan hipokampus, yakni area otak yang berperan penting dalam pembentukan ingatan. Pengukuran cairan serebrospinal mengonfirmasi bahwa kadar DHA naik rata-rata 17 persen pada peserta yang mengonsumsi suplemen, namun peningkatan tersebut tidak berdampak pada fungsi otak.

Hussein Naji Yassine selaku pimpinan peneliti menyatakan bahwa meskipun omega-3 berperan dalam membentuk koneksi sel otak, hasil penelitian ini tidak mendukung penggunaan suplemen minyak ikan sebagai langkah pencegahan Alzheimer, yang disampaikan pada 22 Oktober 2026.

Pentingnya Pola Hidup Sehat

Para ilmuwan saat ini menduga bahwa manfaat omega-3 mungkin lebih efektif jika diperoleh melalui konsumsi makanan utuh dalam pola diet seimbang, seperti diet ala Mediterania, dibandingkan dengan konsumsi suplemen tunggal. Pendekatan nutrisi yang lebih luas dipercaya mampu bekerja secara sinergis untuk mendukung kesehatan otak secara keseluruhan.

Selain faktor diet, peneliti menekankan bahwa menjaga kesehatan otak memerlukan kombinasi gaya hidup sehat yang berkelanjutan. Aktivitas fisik yang teratur, pola tidur berkualitas, dan pola makan bergizi dianggap sebagai fondasi yang lebih kuat bagi kesehatan kognitif jangka panjang dibandingkan hanya mengandalkan suplemen.

Yassine menegaskan bahwa hidup sehat adalah kunci utama dalam mengurangi risiko penyakit otak. Ia mengibaratkan gaya hidup sehat sebagai perawatan rutin bagi mesin mobil, yang berfungsi untuk menjaga kinerja otak agar tetap optimal sepanjang usia.

Berita Terkait

Peran Kelenjar Timus dalam Menentukan Harapan Hidup Manusia

redaksi

Dokter Kulit Bongkar Bahaya Virus di Baju Thrifting dan Cara Memprosesnya dengan Aman

redaksi

Kekeringan Tingkatkan Resistensi Bakteri Terhadap Antibiotik

redaksi