News

Kabut Asap Karhutla Indonesia Picu Penurunan Sektor Pariwisata Singapura

UPBERITA.COM – Kabut asap yang dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra dan Kalimantan telah berdampak negatif terhadap sektor pariwisata di Singapura sepanjang Oktober 2026. Penurunan jumlah kunjungan wisatawan serta pembatalan berbagai aktivitas luar ruangan dilaporkan terjadi akibat memburuknya kualitas udara di negara tersebut.

Data dari Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) Singapura mencatat bahwa kualitas udara tidak sehat mulai dirasakan masyarakat sejak 4 September 2026. Indeks Standar Polutan (PSI) sempat mencapai angka 101, yang merupakan rekor tertinggi sejak Oktober 2023.

Situasi lingkungan ini memaksa pelaku industri wisata untuk melakukan penyesuaian operasional. Banyak pelanggan yang memilih membatalkan jadwal perjalanan atau menunda aktivitas fisik berat karena kekhawatiran terhadap dampak kesehatan dari paparan asap.

Kondisi ini dirasakan secara langsung oleh berbagai penyedia layanan tur. Salah satunya adalah Wanderlust Adventures, perusahaan penyewaan kapal pesiar yang mengalami penurunan jumlah pemesanan hingga 30 persen sejak September 2026, seperti yang disampaikan oleh Direktur Wanderlust Adventures, Quek Wee Teck, pada Sabtu (17/10/2026).

Dampak bagi Pelaku Usaha Wisata

Penurunan minat wisatawan juga dirasakan oleh penyedia layanan wisata jalan kaki dan tur skuter listrik, On A Roll Tour. Pendiri perusahaan tersebut, Yeo Yen Ping, menyatakan bahwa terdapat penurunan pemesanan sekitar 10 hingga 20 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Untuk menyiasati penurunan tersebut, sejumlah pelaku usaha kini lebih mengarahkan pelanggan untuk beraktivitas di dalam ruangan. Beberapa destinasi seperti Galeri Nasional Singapura, museum, serta pusat perbelanjaan dengan pendingin ruangan menjadi alternatif utama guna menjaga kenyamanan serta kesehatan para wisatawan.

Di sisi lain, tidak semua sektor pariwisata merasakan guncangan yang sama. Beberapa penyedia jasa wisata air dengan durasi singkat, seperti Singapore River Cruise, melaporkan bahwa bisnis mereka tetap berjalan relatif stabil meski kualitas udara sedang tidak menentu. Pemerintah Singapura sendiri saat ini terus memantau perkembangan situasi dan telah melayangkan surat teguran kepada beberapa perusahaan yang diduga memiliki kaitan dengan titik api karhutla di Indonesia.

Berita Terkait

Ubah Kebiasaan Makan Demi Selamatkan Iklim Dunia

redaksi

Fatwa MUI Larang Buang Sampah ke Laut Didukung Penuh Menteri LH

redaksi

Ojol dan Freelancer Segera Dapat Jaminan Sosial, Ini Rencana Pemerintah

redaksi