News

IPW Dukung Kapolri Berantas Narkoba

UPBERITA.COM – Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam memberantas sejumlah kampung dan sarang narkoba di Tanah Air.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menilai operasi yang digelar Polda Sumatera Utara dan Polda Metro Jaya dalam dua hari terakhir menjadi langkah awal yang tepat di bawah kepemimpinan Kapolri baru.

“Kami di IPW mendukung penuh gebrakan Kapolri Jenderal Suyudi. Penggerebekan di Deli Serdang dan di Kampung Ambon serta Boncos itu membuktikan polisi hadir di sarang-sarang yang selama ini dianggap kebal hukum,” ujar Sugeng dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/10/2026).

Dua Operasi dalam Sepekan

Pada Minggu (11/10/2026), Polda Sumut bersama BNN Provinsi Sumut menjalankan Operasi Gerebek Sarang Narkoba (GSN) dan menangkap 37 orang di bantaran sungai Jalan M Yusuf Jintan, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Dari jumlah itu, 27 orang dinyatakan positif menggunakan narkoba.

Sebelumnya, pada Jumat (9/10/2026), Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya bersama BNN mengerahkan 700 personel ke Kampung Ambon dan Kampung Boncos, Jakarta Barat. Sebanyak 24 orang ditangkap, dengan barang bukti berupa sabu, ganja, serta senjata tajam, panah, dan busur yang diduga disiapkan untuk melawan petugas.

Diusulkan Jadi Program 100 Hari Kapolri

IPW berharap agenda penggerebekan kampung narkoba ini tidak berhenti di dua lokasi tersebut, melainkan menjadi program prioritas 100 hari kerja Kapolri.

“Pemberantasan sarang dan kampung narkoba harus dioptimalkan. Ini harus jadi program 100 hari Kapolri selain pemberantasan premanisme. Ini juga bisa jadi tolok ukur untuk menilai mana Kapolda yang berhasil, kurang berhasil, dan tidak berhasil mengawal Asta Cita Presiden Prabowo,” tegas Sugeng.

Desak Pembersihan Internal

Selain operasi di lapangan, IPW menekankan pentingnya pembersihan ke dalam tubuh Polri sendiri.

“Kapolri harus tanpa ampun memecat anggota yang bermain dengan barang haram tersebut. Jangan ada kompromi. Seperti yang sudah dilakukan di era Jenderal Listyo Sigit, anggota yang bersinggungan dengan narkoba harus di-PTDH,” kata Sugeng.

Modal dari Latar Belakang Mantan Kepala BNN

IPW menilai rekam jejak Jenderal Suyudi sebagai mantan Kepala BNN sejak Agustus 2025 menjadi bekal penting dalam memimpin perang melawan narkoba. Suyudi sebelumnya kerap menyebut narkoba sebagai ancaman kedaulatan negara dan bagian dari proxy war asing yang menyasar pelemahan generasi muda Indonesia.

“Sebagai mantan Kepala BNN, Jenderal Suyudi sangat paham bahaya laten narkoba. Bagi beliau, perang melawan narkoba bukan sekadar penegakan hukum biasa, tapi agenda menjaga ketahanan nasional,” tambah Sugeng.

Daftar Kampung Narkoba Sasaran Berikutnya

IPW turut merilis daftar kampung narkoba yang dinilai perlu menjadi target operasi selanjutnya, yakni Kampung Ambon, Kampung Boncos, Kampung Bahari, dan Kampung Berlan di Jakarta, Kampung Batak di Makassar, Kampung Puntun di Palangkaraya, serta Kampung Dalam (Beting) di Pontianak Timur.

Daftar ini merujuk pada pemetaan BNN sejak 2019 yang mencatat sepuluh provinsi dengan tingkat kerawanan narkoba tertinggi: DKI Jakarta (117 kawasan), Aceh (64 kawasan), Sumatera Utara (59 kawasan), Jawa Barat dan Jawa Timur (masing-masing 33 kawasan), Banten (31 kawasan), Nusa Tenggara Barat (30 kawasan), Kalimantan Selatan (28 kawasan), Kalimantan Utara (25 kawasan), dan Lampung (24 kawasan).

“Dengan peta yang pernah dibuat lembaganya sendiri, Kapolri tinggal pencet tombol perintahkan Kapolda-Kapolda untuk bergerak. Termasuk menindak anggotanya sendiri yang bermain,” pungkas Sugeng.

 

Berita Terkait

UNESCO Memberikan Peringatan Potensi Tsunami Besar di Wilayah Mediterania

redaksi

Pemerintah Wajibkan Platform Digital Verifikasi Usia dan Hapus Akun Anak di Bawah 16 Tahun

redaksi

Pemerintah Targetkan Pembangunan PLTS 100 Giga Watt Rampung dalam Tiga Tahun

redaksi