UPBERITA.COM – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat bahwa terdapat sekitar 25 juta penduduk dewasa di Indonesia yang saat ini belum memiliki akses ke rekening perbankan. Data tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta pada Rabu (4/11/2026).
Pemerintah menargetkan peningkatan tingkat inklusi keuangan nasional dari 93 persen menjadi 99 persen melalui peluncuran Program Satu Orang Satu Rekening. Untuk mendukung kebijakan ini, negara telah mengalokasikan anggaran awal sebesar Rp1,28 triliun yang difokuskan bagi warga berusia di atas 17 tahun, khususnya yang masuk dalam kelompok desil 1-4.
Dalam mekanisme pelaksanaannya, setiap rekening akan menerima setoran awal sebesar Rp50.000 dengan melibatkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai mitra penyalur. Validasi calon penerima manfaat program ini akan disinkronkan melalui data dari Badan Pusat Statistik, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, serta catatan dari pihak LPS.
Program ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperluas jangkauan layanan keuangan formal kepada masyarakat luas. “LPS mendukung pelaksanaan program tersebut melalui koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, khususnya dalam penyelarasan data dan kriteria calon peserta program,” ujar Anggito pada hari Rabu (4/11/2026).
Detail Target Inklusi Keuangan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses layanan perbankan. Selain menyasar penduduk dewasa, pemerintah juga terus memantau keberhasilan program Rekening Pelajar yang saat ini telah diikuti oleh 59,18 juta siswa dengan total nilai tabungan mencapai Rp27 triliun.
Integrasi data yang dilakukan bertujuan agar penyaluran bantuan pemerintah di masa depan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Dengan adanya pembukaan akses perbankan ini, pemerintah berharap masyarakat dapat lebih mudah terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif dan memiliki budaya menabung sejak dini.
