HeadlineHiburan

Syahrini Ungkap Alasan Tolak Tawaran Iklan Karena Tidak Bisa Menciptakan Jargon Secara Paksaan

UPBERITA.COM – Penyanyi kenamaan Syahrini secara tegas mengaku pernah menolak tawaran kerja sama iklan karena permintaan klien untuk menciptakan jargon baru secara sengaja. Keputusan tersebut diambil Syahrini lantaran ia tidak bisa memaksakan kreativitasnya dalam menciptakan ungkapan khas yang selama ini melekat pada dirinya.

Selama ini, publik mengenal Syahrini sebagai sosok yang kerap melahirkan berbagai jargon unik dan viral di media sosial. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh ungkapan tersebut muncul tanpa perencanaan matang atau konsep yang telah dirancang sebelumnya.

Dalam sebuah perbincangan, ia menjelaskan bahwa jargon-jargon miliknya selalu muncul secara natural mengikuti situasi yang sedang dihadapi. Proses kemunculan kata-kata ikonik tersebut sering terjadi ketika ia sedang beraktivitas sehari-hari, seperti saat dirias atau tengah menempuh perjalanan menggunakan pesawat.

Syahrini merasa tidak sanggup jika harus dituntut membuat sesuatu yang tidak keluar dari lubuk hatinya secara spontan. Menurutnya, segala sesuatu yang bersifat dibuat-buat justru akan menghilangkan keaslian dari identitas yang sudah terbentuk.

Proses Kreatif yang Spontan

Ia menuturkan bahwa jargon tidak bisa diciptakan melalui pesanan atau instruksi khusus dari orang lain. “Jargon nggak bisa dikonsep atuh Choky, itu semua lahir by spontanitas nggak bisa di-create nggak bisa tolong dong ciptakan jargon baru Syahrini,” ungkapnya yang dikutip dari YouTube The Princess Syahrini pada Selasa, 8 September 2026.

Lebih lanjut, Syahrini menceritakan pengalamannya saat menolak tawaran iklan yang mengharuskannya memproduksi jargon baru demi kebutuhan promosi. Baginya, ia tidak bisa memenuhi permintaan tersebut karena ia tidak terbiasa bekerja dengan paksaan untuk menciptakan sesuatu yang bersifat spontan.

“Sampe ada iklan masuk tapi mau Syahrini jargon baru, nggak bisa aku semua spontan aja,” tegasnya saat diwawancarai pada Selasa, 8 September 2026. Sifatnya yang tidak bisa diatur untuk menciptakan kata-kata baru justru membuat setiap jargon yang ia ucapkan terasa lebih natural dan mudah diingat oleh masyarakat luas.

Berita Terkait

Krisis Udara Landa Jakarta, Peringkat 5 Terburuk di Dunia

redaksi

Kemkomdigi : Label Usia Wajib Dicantumkan di Semua Game Mulai 2026!

redaksi

Kecerdasan Buatan (AI) Kini Mampu Melakukan Serangan Siber Secara Otonom, Sebuah Ancaman Baru yang Mencekam

redaksi