EdukasiHeadline

Dari Hibah BIMA Kemdiktisaintek Beri Manfaat Kembangkan Lifeskill Siswa Tunarungu Melalui Pelatihan Menjahit dan Desain Busana

kegiatan PKM

UPBERITA.COM –  Melalui hibah BIMA Kemdiktisaintek Tahun 2026, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Kemampuan Lifeskill Siswa Tunarungu Melalui Pelatihan Menjahit dan Desain Busana di SKH YKDW 02 Kota Tangerang.” Program ini dirancang untuk memperkuat keterampilan vokasional sekaligus menumbuhkan kemandirian, kreativitas, kepercayaan diri, dan kesiapan siswa tunarungu dalam menghadapi kehidupan setelah sekolah.

Kegiatan melibatkan 21 siswa tunarungu jenjang remaja di jenjang SMP SKH YKDW 02 Kota Tangerang. Program hadir dari kebutuhan nyata sekolah yang sebelumnya hanya memiliki satu mesin jahit lama dengan fungsi terbatas dan belum didukung perangkat pembelajaran vokasional adaptif yang memadai. Melalui program ini, siswa memperoleh kesempatan belajar menjahit secara bertahap dengan pendekatan visual, demonstrasi, praktik langsung, pengulangan, serta pendampingan individual maupun kelompok.

Pembelajaran dimulai dari pengenalan alat dan bahan, keselamatan kerja, pengukuran kain, pembuatan pola, menggunting, pengoperasian mesin jahit, teknik menjahit dasar, hingga penyelesaian produk. Pendekatan tersebut disesuaikan dengan karakteristik belajar siswa tunarungu sehingga setiap tahapan dapat dipahami melalui contoh konkret dan praktik langsung.

Program ini dipimpin Rohmah Ageng Mursita, M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Khusus sebagai ketua pelaksana, bersama Retno Dwi Lestari, S.Sy., M.Pd. dan Dr. Vera Utami Gede Putri, M.Ds. sebagai anggota dosen. Tim juga melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Khusus, yaitu Naila Sofia Kamila, Muhammad Haikal Mursid, dan Rezal, yang turut mendampingi praktik siswa, melakukan monitoring, membantu desain busana, dokumentasi video, serta mendukung media publikasi kegiatan.

Hasil pelatihan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Sebanyak 18 dari 21 siswa atau 85,7% telah mampu melakukan pengukuran, pemotongan kain, dan pembuatan pola dasar dengan benar. Capaian ini menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dibandingkan kondisi awal yang masih membutuhkan banyak bantuan dalam mengikuti tahapan menjahit.  12 kali kegiatan pelatihan dilakukan agar dampak pengabdian Masyarakat dapat dirasakan baik dari hasil prodak maupun kemampuan lifeskill siswa tunarungu yang meningkat.

Dari proses tersebut lahir berbagai karya fungsional, seperti tote bag, pouch, gantungan alat, kerudung, bantal, dan guling. Produk yang dihasilkan menjadi bukti bahwa pembelajaran vokasional dapat diarahkan tidak hanya untuk menguasai teknik, tetapi juga menghasilkan karya yang dapat digunakan dan dikembangkan lebih lanjut.

Tahap berikutnya tidak berhenti di ruang praktik. Hasil karya siswa direncanakan untuk ditampilkan pada event Hari Disabilitas Banten melalui pameran atau stand karya. Momentum ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperkenalkan hasil kreativitas mereka sekaligus memberikan pengalaman berharga dalam menampilkan karya di hadapan masyarakat. Rencana pameran tersebut merupakan bagian dari roadmap keberlanjutan program yang mencakup penguatan manajemen usaha, pemasaran digital, etalase digital, dan pameran hasil karya.

Pameran diharapkan menjadi ruang apresiasi sekaligus jembatan menuju pengembangan kewirausahaan. Masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa siswa tunarungu mampu belajar, berkarya, menghasilkan produk, dan mengembangkan keterampilan produktif ketika memperoleh kesempatan serta dukungan yang sesuai.

Program selanjutnya diarahkan pada penguatan kewirausahaan, pemasaran digital, pengembangan etalase karya, pelatihan guru, serta diversifikasi produk. Modul pembelajaran juga dikembangkan dengan tahapan yang lebih jelas dan visual agar dapat digunakan sebagai pendukung pembelajaran menjahit di sekolah.

Dengan demikian, manfaat program diharapkan terus berlangsung setelah kegiatan PkM selesai. Sekolah memiliki fasilitas, pengalaman, dan perangkat pembelajaran yang dapat menjadi dasar untuk melanjutkan program vokasional secara mandiri.

Tim Universitas Negeri Jakarta menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui DPPM BIMA Kemdiktisaintek atas dukungan hibah membuat program ini terlaksana dan memberikan pengalaman keterampilan bagi siswa tunarungu.

Dari belajar, berkarya, hingga berdaya. Melalui program ini, UNJ bersama SKH YKDW 02 Kota Tangerang terus mendorong terbukanya kesempatan yang lebih luas bagi siswa tunarungu untuk mengembangkan keterampilan, menunjukkan potensi, dan membangun masa depan yang lebih mandiri. Kehadiran karya mereka di Hari Disabilitas Banten diharapkan menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Berita Terkait

BRI Peduli Salurkan Bantuan Sarana Pembelajaran untuk MTs Qodiriyah Harjowinangun

redaksi

BNN Perkuat Sinergi Lintas Profesi untuk Selamatkan Generasi Produktif

redaksi

Firefox Beri Pengguna Pilihan Cerdas Lewat Integrasi Perplexity AI

redaksi