
UPBERITA.COM – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia memicu lonjakan kunjungan wisatawan asal Malaysia yang berbondong-bondong datang untuk berlibur dan berbelanja di berbagai kota besar di Indonesia sejak awal Juni 2026. Fenomena ini dimanfaatkan para turis asing untuk mendapatkan barang belanjaan dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan hari biasanya.
Penurunan nilai tukar rupiah membuat daya beli wisatawan asal Malaysia meningkat tajam saat berada di Indonesia. Destinasi belanja populer seperti Bandung, Jakarta, dan Medan menjadi tujuan utama yang paling banyak dipadati oleh para pelancong dari negara tetangga tersebut.
Beberapa pengelola pusat perbelanjaan dan pelaku industri pariwisata melaporkan adanya peningkatan omzet yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Sebagian besar wisatawan memanfaatkan momen ini untuk membeli produk fesyen, kerajinan tangan, hingga kuliner khas lokal dalam jumlah besar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah agen perjalanan juga mencatatkan kenaikan pemesanan tiket pesawat dan hotel dari Malaysia ke Indonesia. Tren positif ini diharapkan dapat membantu memulihkan perekonomian lokal, khususnya bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dampak Positif Pelemahan Rupiah Terhadap Sektor Pariwisata
Meskipun pelemahan mata uang rupiah memberikan tantangan tersendiri bagi sektor perekonomian makro, kondisi ini menjadi angin segar bagi sektor pariwisata nasional. Para pelaku industri perhotelan dan retail kini terus mengoptimalkan layanan mereka guna menyambut gelombang wisatawan asing yang diproyeksikan masih akan terus berdatangan hingga beberapa bulan ke depan.
Sumber : viva.co.id
