M Faris Dzulfiqar
NIM : 1152400014
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Berita tentang orang hilang di gunung sering muncul di media sosial maupun berita online. Bagi sebagian orang, berita seperti ini mungkin hanya dianggap sebagai informasi biasa. Namun, bagi orang yang punya keinginan untuk mendaki gunung, terutama pendaki pemula, berita tersebut bisa menimbulkan banyak pikiran. Ada yang jadi lebih takut untuk mendaki, tetapi ada juga yang justru mulai sadar bahwa kegiatan mendaki tidak bisa dilakukan secara asal-asalan.
Menurutku, berita orang hilang di gunung punya pengaruh yang cukup besar terhadap cara pendaki pemula memandang kegiatan mendaki. Saat baru tertarik mendaki, biasanya yang dibayangkan adalah pemandangan indah, udara sejuk, pengalaman baru, dan kesempatan untuk melepas penat. Apalagi kalau sering melihat foto atau video pendakian yang terlihat menyenangkan di media sosial. Namun, ketika membaca berita tentang pendaki yang tersesat atau belum ditemukan, muncul kesadaran bahwa mendaki juga memiliki risiko yang perlu dipahami.
Di sisi lain, berita seperti ini juga bisa memberikan dampak positif jika disikapi dengan benar. Pendaki pemula dapat belajar pentingnya persiapan sebelum berangkat, seperti mencari informasi tentang jalur pendakian, memeriksa kondisi cuaca, membawa perlengkapan yang sesuai, menjaga kondisi fisik, dan mengikuti arahan petugas atau pemandu. Selain itu, pendaki perlu memahami batas kemampuan diri sendiri dan tidak memaksakan perjalanan hanya demi mencapai puncak. Persiapan dan keputusan yang bijak merupakan bagian penting dari keselamatan saat mendaki.
Namun, penyebaran berita di media sosial juga perlu diperhatikan. Terkadang, informasi yang beredar belum lengkap atau menggunakan judul yang berlebihan sehingga membuat orang semakin panik. Karena itu, pembaca sebaiknya tidak langsung percaya pada semua unggahan yang ditemukan. Informasi perlu diperiksa melalui sumber berita yang tepercaya atau keterangan resmi dari pihak terkait. Dengan begitu, masyarakat bisa memahami kejadian secara lebih utuh tanpa menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.
Menurutku, berita orang hilang di gunung tidak seharusnya membuat semua pendaki pemula langsung mengurungkan niat untuk mendaki. Sebaliknya, berita tersebut bisa dijadikan bahan pembelajaran agar mereka lebih memahami risiko dan mempersiapkan diri dengan lebih baik. Mendaki bukan hanya soal keberanian atau keinginan mencapai puncak, tetapi juga tentang tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemampuan mengambil keputusan. Kalau memang belum siap, tidak ada salahnya menunda pendakian sampai pengetahuan dan persiapannya lebih matang.
Pada akhirnya, berita tentang orang hilang di gunung dapat memengaruhi pendaki pemula secara berbeda-beda. Ada yang merasa takut, ada yang menjadi lebih berhati-hati, dan ada pula yang mulai mencari informasi keselamatan sebelum mendaki. Menurutku, pengaruh yang paling baik adalah ketika berita tersebut membuat seseorang lebih sadar akan risiko, bukan sekadar merasa takut. Gunung memang menawarkan pengalaman yang menarik, tetapi keselamatan tetap harus menjadi prioritas. Keinginan untuk menikmati alam seharusnya berjalan bersama persiapan dan sikap yang bertanggung jawab.
