UPBERITA.COM – Paus Leo XIV menyoroti urgensi pembedaan antara hasil karya seni manusia dengan produk kecerdasan buatan (AI) di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini. Pernyataan tersebut disampaikan beliau melalui platform X pada Jumat (2/10) untuk menanggapi kaburnya batas ontologis akibat algoritma yang mampu meniru pola statistik dari jutaan data.
Kemajuan teknologi AI saat ini memungkinkan mesin untuk menghasilkan karya seni melalui kalkulasi data yang masif dari berbagai sumber. Kondisi ini membuat hasil pekerjaan mesin semakin sulit dibedakan dari karya asli yang lahir melalui sentuhan kreativitas manusia.
Serangkaian insiden di mana AI melampaui ekspektasi publik telah memicu dorongan dari berbagai pakar agar perkembangan teknologi ini lebih diatur secara ketat. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi otoritas global terkait dampak jangka panjang dari penggunaan algoritma otomatis dalam ranah kreativitas.
Dalam sebuah pernyataan tegas, beliau menekankan bahwa sistem otomasi tidak memiliki nilai kemanusiaan yang mendalam. “Algoritma tidak memiliki sentuhan kemanusiaan,” tegasnya pada Jumat (2/10).
Pentingnya Martabat Kemanusiaan
Sebelumnya, pada bulan September, Paus Leo XIV juga menekankan bahwa setiap pengembangan AI harus berlandaskan pada nilai-nilai kebijaksanaan dan kepedulian terhadap sesama. Beliau berpesan agar teknologi tersebut digunakan untuk memperkuat perdamaian serta menjunjung tinggi martabat manusia di tengah arus digitalisasi global.
