Infotekno

Sektor Industri Mulai Gunakan Agentic AI demi Peningkatan Efisiensi Bisnis

UPBERITA.COM – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan di sektor industri tanah air kini mengalami pergeseran dari sekadar alat administratif menuju sistem otonom yang dikenal sebagai Agentic AI. Langkah strategis ini diambil perusahaan sebagai upaya memperluas penciptaan nilai tambah ekonomi berbasis teknologi di tengah angka adopsi AI yang telah mencapai 92 persen per awal 2026.

Transformasi ini memungkinkan sistem untuk mengoordinasikan berbagai tugas operasional secara mandiri berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. Pengembangan tersebut selaras dengan dorongan pemerintah dalam mematangkan peta jalan teknologi nasional.

Bagi kalangan industri, fokus utama saat ini bukan lagi sekadar menguji coba kecanggihan teknologi, melainkan mentransformasi organisasi agar data dapat dikonversi menjadi nilai bisnis yang nyata. Fokus transformasi tersebut tetap berpijak pada fondasi keamanan, privasi, dan tata kelola data yang ketat, ungkap Head of ICT Kalla Group, Razmal Djamal, pada Rabu (30/9/2026).

Untuk mempercepat efisiensi, perusahaan mulai mengadopsi metode pemetaan masalah cepat atau mini-hackathon guna menguji kelayakan sistem sebelum diterapkan secara luas. Pendekatan ini dinilai sangat efektif dalam memangkas durasi riset yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Penerapan Strategis Agen AI

Otomatisasi pada tugas-tugas berulang, penyederhanaan alur pelaporan, serta peningkatan akurasi proyeksi menjadi pintu masuk utama bagi perusahaan dalam mengadopsi sistem ini. Hal tersebut merupakan langkah konkret untuk menghilangkan hambatan operasional sehari-hari tanpa harus menunggu waktu lama untuk melihat hasil terobosan teknologi, sebagaimana dikatakan Enterprise Account Manager tridorian, Agung Pramana Yuda.

Meski antusiasme perusahaan terus meningkat, tantangan terkait tata kelola data masih menjadi perhatian serius. Data menunjukkan bahwa baru sekitar 24 persen pemimpin bisnis yang memiliki kerangka tata kelola AI yang jelas. Pemerintah pun kini tengah merumuskan kerangka etika serta Peta Jalan AI Nasional 2026-2029 guna meminimalisir risiko seperti kebocoran informasi.

Para pelaku industri diharapkan mampu menyeimbangkan antara inovasi prototipe dengan kepatuhan terhadap standar keamanan, serta tetap menjaga kendali manusia dalam setiap pengambilan keputusan krusial.

Berita Terkait

Kecerdasan Buatan Tingkatkan Bisnis, Ancaman Siber Makin Mengkhawatirkan

redaksi

Peneliti UI Temukan Formula Aditif Hijau dari Daun Kaliandra untuk Tingkatkan Kualitas Bahan Bakar Campuran

redaksi

Ini Bahayanya Jika Ponsel Tidak Menggunakan Casing

redaksi