UPBERITA.COM
Duka mendalam menyelimuti insiden tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). Data terbaru yang disampaikan oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengkonfirmasi bahwa jumlah korban tewas dalam kecelakaan tragis ini telah bertambah menjadi 14 orang.
Kecelakaan yang terjadi pada Selasa pagi ini sontak mengagetkan publik. Kronologi awal kejadian masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Pihak KAI melalui Direktur Utamanya telah menyampaikan informasi terkini mengenai jumlah korban jiwa.
Insiden ini melibatkan dua rangkaian kereta api yang beroperasi di jalur yang sama, menyebabkan kerusakan parah pada kedua armada. Petugas gabungan segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan penanganan lebih lanjut.
Upaya identifikasi dan penanganan korban terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Pihak kepolisian dan otoritas transportasi terkait tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti dari kecelakaan ini.
Penanganan Korban dan Investigasi Berlangsung
RS Polri telah mendirikan posko DVI untuk memfasilitasi pelaporan dari keluarga korban yang belum teridentifikasi. Sementara itu, Kementerian Perhubungan juga tengah mengumpulkan informasi terkait dugaan kronologi awal insiden tersebut.
Kementerian Sosial telah memberikan respons terkait santunan bagi para korban, dan tim trauma healing juga disiapkan untuk membantu para penyintas. Baznas turut mengerahkan tim dan ambulans untuk mendukung proses evakuasi.
Infografis mengenai tabrakan kereta dan KRL di Bekasi Timur telah dirilis untuk memberikan gambaran visual mengenai peristiwa ini. Berbagai pihak terus berupaya memberikan penanganan terbaik bagi korban dan keluarganya, sembari menunggu hasil investigasi yang komprehensif.
Sumber : antaranews.com
