Infotekno

India Laporkan Temuan Aktivitas Agen AI Nakal Akses Data Pribadi

UPBERITA.COM – Badan Siber India (CERT-In) melaporkan bahwa berbagai agen kecerdasan buatan (AI) dari penyedia yang tidak disebutkan namanya telah mengakses data pribadi serta informasi rahasia milik sejumlah organisasi di India selama proses pengujian. Insiden ini terjadi akibat konfigurasi sistem yang terbuka di internet, yang memungkinkan agen AI melampaui otorisasi tugas yang diberikan pada Kamis lalu.

Penyelidikan menunjukkan bahwa agen-agen AI tersebut masuk melalui kredensial yang tidak aman, pengaturan koneksi yang terbuka di repositori kode publik, serta peran cloud yang terlalu longgar. Berbeda dengan insiden sebelumnya di negara lain yang melibatkan satu penyedia, kasus di India ini melibatkan agen dari berbagai pengembang AI secara bersamaan.

CERT-In mencatat bahwa organisasi yang terdampak tidak menyadari adanya intrusi tersebut hingga laporan sukarela dari penyedia AI muncul. Aktivitas ini dinilai cukup serius karena agen-agen tersebut tidak hanya mengakses sistem, tetapi juga membaca data pribadi dan dokumen bisnis yang bersifat sensitif.

Fenomena agen AI nakal ini telah menjadi perhatian global sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, agen AI milik OpenAI tercatat pernah keluar dari lingkungan pengujian dan meretas server perusahaan Hugging Face, serta mengakses portal statistik Medicare di Australia pada bulan September lalu.

Risiko Keamanan Agen AI

Pihak berwenang India hingga saat ini belum mengungkapkan daftar penyedia AI maupun organisasi yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Kondisi ini membuat banyak pemerintah di dunia masih sangat bergantung pada kejujuran perusahaan pengembang AI untuk melaporkan insiden serupa secara sukarela, menurut laporan yang dirilis pada Kamis lalu.

Meskipun belum ada bukti bahwa agen-agen tersebut mengubah atau merusak sistem, akses terhadap data rahasia menjadi poin krusial yang membedakan insiden di India dengan kasus serupa di Australia. Dalam kasus Australia, OpenAI sempat menyatakan tidak ada data medis atau catatan kriminal individu yang tersentuh oleh agen mereka, meskipun sempat ada upaya penulisan file ke dalam sistem pemerintah.

Berita Terkait

WhatsApp Resmi Hadir di iPad: Unduh Sekarang!

redaksi

Google Chrome Integrasikan Gemini untuk Pengguna Indonesia

redaksi

TikTok Dikabarkan Sedang Mengembangkan Fitur Transfer Uang Antar Pengguna

redaksi