Hiburan

Sarwendah Pertanyakan Alasan Hukum Ruben Onsu Gugat Hak Asuh Anak

UPBERITA.COM – Sarwendah melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, menyatakan kebingungan atas langkah Ruben Onsu yang melayangkan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Keputusan tersebut diambil pihak Ruben sebelum pertemuan mediasi keluarga yang telah dijadwalkan pada 11 Juli 2026 mendatang terlaksana.

Pihak Sarwendah sebenarnya telah mengagendakan pertemuan khusus antara Ruben dan anak-anaknya untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Namun, adanya gugatan hukum yang masuk secara mendadak membuat pihak Sarwendah merasa heran dan mempertanyakan logika di balik tindakan tersebut.

Chris Sam Siwu menuturkan bahwa kliennya cukup kaget karena komunikasi yang sebelumnya telah berjalan baik justru terinterupsi oleh proses hukum. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya sempat bertanya-tanya mengenai alasan di balik langkah pihak Ruben yang terkesan terburu-buru.

“Kami jujur aja, kami bingung, Bang Minola selalu bilang logikanya dimana. Kami juga tanya dimana logikanya pada saat kami duduk bersama tiba-tiba ada gugatan. Sudah sepakat mau duduk bersama tetapi batal,” ujar Chris Sam Siwu saat diwawancarai pada Minggu, 5 Juli 2026.

Dampak Gugatan Terhadap Mediasi

Meskipun gugatan hak asuh telah resmi dilayangkan, pihak Sarwendah menegaskan bahwa hal tersebut tidak menutup ruang komunikasi di antara kedua belah pihak. Mereka tetap membuka peluang untuk melakukan pembahasan lebih lanjut, baik melalui jalur mediasi di pengadilan maupun pertemuan di luar proses hukum.

Kuasa hukum Sarwendah menambahkan bahwa penyelesaian melalui jalur formal seperti gugatan dianggap lebih baik dibandingkan harus berdebat di media sosial. Hal ini dilakukan demi menjaga kepentingan serta kondisi psikologis anak-anak agar tidak terdampak oleh konflik orang tua di ruang publik.

“Kami senang permasalahan ini ada jalurnya tidak saling berbalas pantun di media yang mana kepentingan anak akan dirugikan,” kata Chris saat menjelaskan komitmen mereka di tengah proses hukum pada Minggu, 5 Juli 2026.

Berita Terkait

YouTube Resmi Luncurkan Fitur Audio Multi-Bahasa, Dorong Jangkauan Global Kreator

redaksi

Integrasi ChatGPT dan Spotify, Bikin Playlist Pintar Jadi Lebih Mudah

redaksi

Agak Laen Menyala Pantiku Lampaui Rekor Film Pertamanya

redaksi